Juli 2008


wah,,,,,,,,,,!!

bahaya ajalah pergaulan anak muda sekarang neh’

gimana nggak,kawan ama kawan aja uda saling membodohi sekarang ne.

gw punya cerita tentang kawan makan kawan:

ada teman gw inisial tr dia itu suka main judi bola.barusan neh kan euro tuh?

jd tr ini setiap main judi bola,selalu punya rekor yg menyedihkan bgt.menang 1x kalahnya 5x.aduhhhh…..kacian bgt lo men….. (

sampai2 modal awal sebelum terjun bebas ke euro 2008 di swiss and austria sana, dia sebesar 15 jt gak terasa udah habis 9,5 jt.cerita punya cerita gak taunya uang 15jt itupun dia dapat dari hasil gelapkan uang penjualan ortunya.hari ganti hari duit itu diminta ama ortunya,jelas aja tr kebingungan,kelabakan,kesal,and tr baru sadar klo dia udah digilakkan ama judi bola euro 2008.

dari pada abis semuanya akhirnya tr balikin jg 5 jt ma ortunya

trus waktu ditanya sisanya mana tr masi juga bisa kasi jawaban klo dia tuh dah buka usaha ponsel di suatu t4.btw,anak neh pande juga memang cari alasan.!!

euro blom abis tuh,masih perempat final gitulah.

bingung cari duit tr pun buat pasaran bola sendire.itupun pasiennya kawan2 dia kerja di sebuah pasar tradisional di kota medan.memang sepertinya untuk judi bola tr emang selalu mendapat rekor yg gak bisa luntur darinya.menang 3x,tapi sisanya kalah 11x.

beruntung waktu 3x itu pasiennya main  besar,yg 11x maen kecil so masih bisa tertutupi getolah broo.sampai ada pertandingan pasiennya maen 800rb,tp trus2an menang sampe2 mencapai 3,6jt.sikawan kt neh pon kena penyakit bingung lg .

cari ide,kebetulan ada baca koran tentang penangkapan bandar judi bola.merasa terinspirasi ide tersebut dia pake buat pasiennya yg dah puya duit 3,6jt.alasannya bandar judi kt dah tertangkap,duit kt hangus semua.jelas aja yg punya duit gak trima dunk.

alasan itu terlalu basi katanya ma tr.gak juga dapat solusi neh.trus aja pon dihubungi sikawan yg punya duit.sia-sia ajalah sikawan, tr kan selalu punya 1001 alassan plus 999999 solusi untuk redakan semua badai2 kehidupan yg menerpa. cieee…. )

tapi gimana pon alasannya ,gimana pon solusinya tetap aja tr dah kena “akibat pergaulan bebas” iya gak?

mau sampai kapan ????

biarkanlah waktu yg jawab semuanya…..

Iklan

Hello  3:22

I don’t feel as if I know you
You take up all my time
The days are long and the night will throw you away
Coz the sun don’t shine
Nobody ever mentions the weather can
make or break your day
Nobody ever seems to remember life is a game we play

We live in the shadows and we had the chance and threw it away
And it’s never gonna be the same
Cos the years are following by like the rain
And it’s never gonna be the same
‘Til the life I knew comes to my house and says

Hello

There ain’t no sense in feeling lonely
They got no faith in you
But I’ve got a feeling you still owe me
So wipe the shit from your shoes
Nobody ever mentions the weather can make or break your day
Nobody ever seems to remember life is a game we play

We live in the shadows and we had the chance and threw it away
And it’s never gonna be the same
Cos the years are following by like the rain And it’s never gonna be the same
‘Til the life I knew comes to my house and says

Hello

Hello!
Hello!
Hello!
Hello!
It’s good to be back

Ketika lelaki tua itu mulai muncul dengan suara cempreng khasnya. Sebenarnya segenap penduduk gang yang berjubel itu menyambut dengan gembira. Kemunculan lelaki ramah yang mengaku berasal dari kampung itu seakan menjadi solusi bagi problem pelik yang dihadapi oleh para penduduk: sampah!

Tanpa disadari, setiap hari satu rumah membuang limbah paling sedikit satu keranjang sampah. Padahal jumlah rumah di gang itu benar-benar telah melampaui batas yang wajar. Yang disebut rumah di gang itu sebagian besar hanyalah petak sempit berukuran 4 x 3 meter persegi, masing-masing dihuni kira-kira 4 hingga 5 jiwa. Bahkan rumah-rumah seperti milik Pak Derma atau Aa Karta, jubelan penghuninya berkisar mencapai satu lusin. Tak terbayangkan, para manusia saling bertumpuk seperti ikan asin di keranjangnya.

Maka produksi sampah pun menjadi tak terkontrol. Setiap hari, sampah bertumpuk di sebuah bak ukuran dua kali tiga meter yang dibangun secara swadaya. Tiap sore, sampah itu dibakar oleh warga yang dijadwal bergiliran. Namun karena out of control itulah, lama-lama pembakaran itu tidak lagi menjadi hal yang efektif. Sampah pun menggunung, kian hari kian menebarkan bau busuknya.

Oleh karenanya, kemunculan lelaki ramah dengan gerobak sampahnya itu benar-benar disambut gembira.

“Sampaaah! Sampaaah!” begitu teriaknya.

Aq sering merasa heran, karena baru menjumpai tukang sampah yang setiap kali meneriakkan berita kedatangannya.

“Seperti pedagang keliling saja,” ujar Teman ku.

Sebenarnya aku pun belum pernah menjumpai tukang sampah seperti itu, tetapi aku tidak perlu menganggap hal tersebut sebagai hal yang aneh.

“Mungkin dia sengaja mengabarkan kedatangannya, agar orang yang belum sempat buang sampah menjadi tahu, dan segera mengambil sampah-sampahnya dari rumah untuk ia angkut dengan gerobaknya itu,” dugaku. Tampaknya dugaanku itu memang benar. Lelaki ramah itu sengaja memberi kesempatan kepada para warga untuk mengambil sampah-sampah yang belum tersedia di depan rumah. Alhasil, setiap hari, begitu keluar dari gang itu, gerobak lelaki ramah yang semula kosong begitu masuk ke mulut gang, akan penuh berjubel begitu keluar dari gang tersebut.

Untuk pekerjaannya itu, aku melihat pendar kebahagiaan tersendiri memancar di wajah lelaki ramah itu.

“Saya menganggap pekerjaan saya ini adalah pekerjaan yang sangat mulia, Nak!” jawab lelaki itu ketika kutanya akan semangatnya yang membuatku iri.

Lantas aku pun membisikkan sesuatu kepada teman ku. Lelaki itu PAHLAWAN, Dik…. dia tak menjawab, sehingga aku tak tahu pasti, apakah ia setuju atau tidak dengan pernyataanku.

bu…, kenapa kau begitu tega membuangku di tepi nasib. Apakah matahari memang sengaja menghamburkan partikel2 nya untuk menghidupi tata surya..?, ataukah matahari sudah kehabisan energi dan akan menjadi supernova..?. Melangkah di trotoar2 dekil, di samping sky craper tempat manusia2 berdasi dan bermobil Mercy. Aku menangis…., akhirnya aku menangis setelah sekian lama aku selalu sesumbar bahwa danau airmataku sudah kering disedot oleh rahwana2 kehidupan. Aku sadar bahwa tangis terakhirku adalah tangisku pada ibu, ketika aku tahu bahwa dia akan pergi menemui-Nya, tetapi dia dengan lantang mengundang malaikat maut, bercanda dengannya, untuk kemudian memeluknya. Sesudah itu aku berjanji untuk tidak menangis, tapi kejadian kemarin waktu penggerebekan itu benar2 menghancurkan benteng pertahananku.
Tak berapa lama setelah ibu pergi, seorang datang mengusirku. Tidak berhak lagi aku tinggal di kamar kontrakan 3 x 5 meter itu, karena ada orang lain yang bisa membayar dengan teratur dan punya pekerjaan tetap.
Senyumku telah berkurang satu.
Akupun menggelandang, dengan sedikit uang yang tersisa dan baju sekedarnya, malam itu aku tidur di emperan toko. Dingin menusuk tulang, karena sang hujan ternyata datang menjemput kekasihnya, bumi yang sudah mulai retak. Aku harus tidur dengan pakaian basah, tidur….?, aku tidak bisa bilang itu tidur, hanya merebahkan diri, karena pikiranku mengembara menembus batas2 langit.
Pagi datang dengan cepatnya, aku dikagetkan oleh laki2 dengan suara berat, menendang punggungku menyuruhku untuk bangun. Badannya penuh tattoo, bunga mawar di bahu sebelah kanan, Che Guevara di bahu sebelah kiri (kurang ajar betul preman ini, menggunakan wajah pahlawan itu untuk menghiasi tubuh setannya), ada tattoo wanita telanjang, dan tak tahu lagi, semua saling bertumpuk membentuk pemandangan mengerikan.
“Heh, bocah, baru ya..?”
aku diam saja, ketakutan. Aku pun tak tahu maksud pertanyaannya.
“Bangsat, kenapa kau diam saja, bisu…?”
“Tidak..Om”
“Kau baru jadi gelandangan di sini…?”
Aku mengangguk.
“kau jangan macam2 di sini, sini tasmu..!!!!”
Preman itu merampas tasku, aku tak bisa melawannya, dia terlalu kuat. Digeledahnya semua isi tasku, dan uang beberapa puluh ribu pun diambilnya. Setelah selesai melakukan razia tasku, dilemparnya tas itu ke mukaku.
Senyum berikutnya terambil seorang bajingan
Kulangkahkan kakiku kemana dia mengajak, sampai terasa perutku meronta minta diisi, jam 1 siang kulihat. Tuntutan lambungku ternyata tak bisa ditawar2 lagi, kulihat ada masjid di ujung jalan. Segera aku menuju ke masjid itu, sholat akan mengurangi letih dan lapar pikirku. Segera kuminum air jernih itu sepuas2nya, dan aku berwudhu. Sungguh sejuk kurasakan, kuresapi benar2 doaku..
“Tuhan segala yg hidup, jadikanlah aku termasuk orang2 yang bertaubat dan orang2 yang bersuci”
Terbentang sebentar kenangan2 masa lalu, aku begitu bahagia bersama ibu, walau ayah telah tiada, tapi ibu telah bisa bertindak sebagai ibu dan ayah bagiku. Bertarung melawan ganasnya kehidupan dengan lembut dan elegan.
Rumah Tuhan yang mewah ini sejuk, karena di pojok2nya berputar baling2 kipas angin. Kuangkat kedua tanganku
“Allaahu Akbar” aku pun asyik mahsyuk menelusuri kebesaran-Nya. Jiwaku bergetar, ketika aku berjanji “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untukmu wahai Tuhan seru sekalian alam”
Janji dahsyat yang telah diucapkan miliaran kali tiap hari oleh manusia, tetapi sedikit sekali yang bisa mewujudkannya. Akupun tidak, Oh Tuhan dosa apa yang harus kami tanggung, berjanji padamu tiap hari, tetapi selalu mengingkari. Ingkar janji dengan Sang Khalik.., aku tak tahu lagi apakah itu pantas untuk seorang makhluk.
Tak terasa lama sekali aku berdiri menghadap-Nya, tiba2 dari belakang tangan besar menarikku, akupun terseret2 tak karuan….
“Gelandangan, kalau mau berteduh jangan di masjid, ini untuk sholat, lihat pakaianmu yang dekil itu, tidak pantas itu untuk menghadap Tuhan. Tuhan itu Rabul Jalaal, Maha Indah, hanya menerima yang indah”
“Saya sedang sholat Pak”
“Sudah, kamu jangan alasan, mana ada anak jalanan sholat, kamu pergi sana…!!!!”
Aku didorong pergi oleh orang berjubah putih dan berpeci itu. Pikiranku memberontak, seberapa picik pikiran manusia mengartikan keindahan Tuhan. Keindahan versi manusia pun dipaksakan menjadi keindahan Tuhan. Aku baru merasakan kebenaran ucapan guru ngajiku, bahwa masjid yang abadi itu ada dalam hatimu. Sujud yang terbaik itu harus terpendam dalam dadamu. Rumah Tuhan bukanlah tembok, tapi jiwa.
senyumku dirampas lagi oleh setan berbaju kebaikan
Hari pun cepat menjemput senja, tuk kemudian menyerahkan estafet kepada malam. Hari pertamaku sebagai seorang gelandangan.
Aku sudah mulai menemukan irama hidup, aku bekerja sebagai tukang semir sepatu, kalau sempat aku pun menawarkan jasa membersihkan mobil kepada orang2 yang aku semir sepatunya. Aku masih mencoba tabah menghadapi hidup, mencoba tersenyum walaupun getir, mencoba bahagia walaupun sengsara.
Hingga malam petaka itu datang, kami digerebek. Semua dimasukkan ke truk dan kami dibawa ke suatu tempat yang kami tidak ketahui, hanya yang pasti di luar kota. Operasi gabungan antara Tramtib dan Tentara itu mendadak sekali, sehingga kami pun tak sempat menyelamatkan sedikit barang2 yang kami simpan selama ini.
Barang2 kami semua diangkut, yang berharga diambili, yang tidak dibuang entah kemana. Kami diinterogasi seperti residivis yang berlumuran darah baru membunuh korbannya, dipukul, ditendang, dan yang lebih menyakitkan beberapa di antara kami disodomi dan beberapa yang cewek diperkosa. Dan satu diantaranya adalah aku, Oh Tuhan kenapa perbuatan terkutuk itu terjadi padaku. Apakah Sodom dan Gomora tidak cukup Kau hancurkan..?
Duniaku hancur, tinggal bayang2 gelap, setan demi setan, rahwana demi rahwana, Dewa Perang Ares telah turun lagi ke bumi, dan merenggut senyum terakhirku.
by seorang anak jalanan

Perayaan HUT kota Medan yang cukup meriah tadi malam.

waduh suasana yang cukup romantis berada di antara ribuan kembang api yang menyinari langit kota medan. dagh lama juga gak ngerasain malam yang indah seperti ini.

Tapi sayang ya acara seperti ini kurang dioptimalkan oleh warga Medan. Seharusnya, acara peringatan HUT kota Medan ini bisa lebih positif lagi. Seperti halnya dapat kita buat pameran ukm (usaha kecil menengah). Acata seperti inikan bisa memasarkan hasil karya dari anak-anak kota medan. Lebih2 bisa menarik investor agar ukm di kota kita ini dapat lebih berkembang.

Tapi gw juga bersyukur banget dapet malam yang cukup indah yang dagh lama gak gw rasain.

Sejumlah kawasan di Kota Medan, Sumatra Utara, termasuk Jalan Setia Budi, DR.mansur dan Jenderal Gatot Subroto sering kali terendam banjir akibat hujan deras yang turun selama kurang lebih dua jam. Banjir juga mengakibatkan lalu lintas menjadi macet. Banjir disebabkan buruknya sistem drainase dan got yang dipenuhi sampah. Tak heran, jika setiap kali hujan deras, permukiman warga juga ikut terkena banjir. Warga juga mengeluhkan Wali Kota Medan yang belum juga tergerak hatinya untuk memperbaiki sejumlah drainase.

Apakah ini cermin kota Medan?

Di jalan-jalan protokol saja bisa terjadi hal-hal demikian.

Apakah hal ini harus kita biarkan terus menerus?

dugh setelah 2 tahun menunggu akhirnya

oasis kembali merilis album terbaru mereka yang kali ini mereka beri judul ‘Dig Out Your Soul’

rencananya album ini rilis pada tanggal 6 oktober

waduh lama banget ya dagh gak sabar nie

tapi teneng aja

sebelum itu mereka bakal ngeluarin single

‘The Shock Of The Lightning’

pada tanggal 29 september

dugh oasishelter pasti girang banget

selain dagh 2 taon nunggu album baru

dan hanya ngeluarin single lord don’t slow me down pada 2007 kemaren

para fans oasis kali ini pasti gak sabaranan nunggu komposisi album mereka kali ini

yang katanya bakalan masuk ke feel kita

berikut kata noel gallagher sang penulis dari lagu2 di album ini

“I wanted to write music that had a groove; not songs that followed that traditional pattern of verse, chorus and middle eight. I wanted a sound that was more hypnotic; more driving. Songs that would draw you in, in a different way. Songs that you would maybe have to connect to – to feel.”